Tuesday, June 22, 2010

Belajar dari Burung Angsa



“Benarkah Pangajaran burung angsa ini?”… yep..memang benar... lihat saje peristiwa Qabil dan Habil..anak manusia pertama yang diciptakan Al-KholiQ iaitu nabi Adam A.S.. Qabil tidak tahu bagaimana untuk menguruskan mayat saudaranya Habil setelah dibunuhnya.. Kebingungan dan kesedihan Qabil tidak berlangsung lama kerana ditolong oleh suatu contoh yang diberikan oleh Tuhan kepadanya sebagaimana ia harus menguburkan jenazah saudaranya itu.Allah s.w.t. Yang Maha Pengasih lagi Maha Bijaksana, tidak rela melihat mayat hamba-Nya yang soleh dan tidak berdosa itu tersia-sia demikian rupa, maka dipertunjukkanlah kepada Qabil, bagaimana seekor burung gagak menggali tanah dengan kaki dan paruhnya, lalu menyodokkan gagak lain yang sudah mati dalam pertarungan, ke dalam lubang yang telah digalinya, dan menutupi kembali dengan tanah. Melihat contoh dan pengajaran yang diberikan oleh burung gagak itu, termenunglah Qabil sejenak lalu berkata pada dirinya sendiri:"Alangkah bodohnya aku, tidakkah aku dapat berbuat seperti burung gagak itu dan mengikuti caranya menguburkan mayat saudaraku ini?"
Mari kita singkap pula cerita tentang burung angsa..sebuah renungan untuk kita semua..Opps! silap…bukan hanya renungan malah perlu kita praktikkan.. jangan retorik semata..substansif lah cket..=)
Kisah ini ditemui dari blogger cerita-cerita motivasi..mengapa tiba2 nak cerita tentang burung angsa?..sebenarnya dah lama dengar tentang kisah ini..namun sekali lagi menjadi inkuiri untuk saya mengetahui lebih mendalam.. “Belajarlah dari Alam, tarbiyah semulajadi untuk kita olehNYA”
Fakta:

Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi kerana burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah payah untuk menembus “dinding udara” di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

Pelajaran:

Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membahagi dalam komuniti (Tawazun), mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi kerana mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Fakta:

Kalau seekor burung angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya
.

Pelajaran:

Kalau kita memiliki cukup logik umum seperti seekor burung angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.

Fakta:

Ketika burung angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan burung angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran:

Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya burung angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasiti dan memiliki keunikan dalam kelebihan yang dikurniakan, atau sumber daya lainnya.

Fakta:

Burung-burung angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada burung angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran:

Kita harus memastikan bahawa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualiti suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahawa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Fakta:

Ketika seekor burung angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua burung angsa yang lain akan ikut keluar dari formasi bersama burung angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka akan tinggal dengan burung angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran:

Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor burung angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik.

Jadi apa keuntungan yang kita dapat dari perdebatan takberujung karena perbezaan? Bukankah lebih baik kita bahu membahu saling mengisi kekurangan kita? Mencari solusi terbaik bersama-sama disaat kita berbeza pandangan? Ingatlah kawan, bangsa ini bukan hanya milik kita tapi milik penerus & keturunan kita juga. Akankah kita mewariskan bangsa ini pada penerus kita bangsa yang carut marut tanpa erti? Jawabannya ada pada sahabat sekalian.
~~Siapa yang mengajar burung angsa untuk berbuat demikian dari masa ke semasa??
“mereka yang sentiasa berzikir (ingat) kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring dan berfikir tentang kejadian langit dan bumi sambil berkata : wahai tuhan kami! Tidaklah engkau menjadikan benda2 ini dengan sia2, maha suci Engkau, maka peliharalah kami daripada azab neraka” (Surah Ali Imran 3:191)
Inilah 2 proses zikir dan fikir yang dinyatakan Allah swt menerusi firmannya. Pros Hamka berkata “hujung fikir adalah zikir”
~~Jangan lupa ada kalanya kita harus belajar dari burung juga, yang telah diciptakan Tuhan bukan hanya untuk memenuhi bumi atau tujuan keindahan semata, tapi juga punya tujuan agar kita bisa belajar dari burung-burung ini.



2 comments:

voltox said...

menarik cerita angsa ni..siap ada pelajaran diselitkan..sebelum ni tak pernah tau pun..terima kasih berkongsi..hehe..lagi satu..bahasa yg awk gunakan agak high level..mesti banyak membaca ni..hehe..

@inuRisLaM said...

alhamdulillah diberi kesempatan..thanks for d comment..bahasa nye biase2 je..minta maaf, if xfaham boleh tanye